Argapura, (16/09/2026)
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, melalui Biro Pemuda dan Remaja PGI, bersama dengan Sinode GKI di Tanah Papua cq. Departemen Pelayanan Kasih dan Keadilan, melaksanakan Lokakarya Dialog dan Media Untuk Keadilan dan Perdamaian di Papua.
Tanah Papua merupakan wilayah yang memiliki keragaman budaya, sejarah, dan dinamika sosial yang memerlukan ruang-ruang dialog yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, gereja memiliki panggilan untuk terus menghadirkan kesaksian yang menghadirkan damai, memperkuat rekonsiliasi sosial, serta membangun keadilan bagi seluruh ciptaan.
Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPH-PGI) memandang bahwa orang muda memiliki peran strategis sebagai agen perdamaian sekaligus pelaku transformasi sosial. Di tengah perkembangan teknologi digital, media tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang membentuk cara masyarakat memahami realitas, membangun dialog, menyuarakan pengalaman kelompok rentan, serta menggerakkan advokasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas orang muda gereja agar mampu memanfaatkan media secara kritis, etis, dan kreatif sebagai instrumen untuk membangun rekonsiliasi, memperjuangkan keadilan, serta menghadirkan narasi damai di Tanah Papua.
Selain memperlengkapi ketrampilan komunikasi dan produksi konten, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat konsolidasi jejaring antarpemuda gereja di Papua sehingga tercipta kolaborasi yang berkelanjutan dalam kerja-kerja advokasi.
Sebagai tindak lanjut dari berbagai inisiatif yang telah dilakukan sebelumnya, MPH-PGI menyelenggarakan Lokakarya Dialog dan Media untuk Keadilan dan Perdamaian di Papua bekerja sama dengan PGIW Tanah Papua sebagai mitra penyelenggara.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Amazing Grace (AMG), tanggal 14-16 September 2026.
Peserta terdiri dari 30-40 orang pemuda gereja anggota PGIW Tanah Papua di sekitar wilayah tempat kegiatan, berusia 18-35 tahun. Diharapkan mereka yang hadir adalah mereka yang terlibat aktif dalam pelayanan, media, maupun kerja-kerja advokasi.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat konsolidasi jaringan pemuda gereja di Tanah Papua, meningkatkan kapasitas pemuda gereja dalam memanfaatkan media sebagai ruang dialog publik yang aman, inklusif, dan transformatif, membekali pemuda gereja dengan perspektif advokasi berbasis perdamaian melalui media digital dan mendorong lahirnya kolaborasi dan inisiatif advokasi media yang relevan dengan konteks di Tanah Papua.
Output yang diharapkan adalah, bahwa peseta dapat memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai peran media dalam membangun perdamaian dan keadilan sosial, meningkatkan kemampuan dasar merancang strategi komunikasi dan advokasi berbasis media, membangun jejaring antar pemuda gereja lintas denominasi di Tanah Papua, dan teridentifikasinya gagasan maupun rencana tindak lanjut kolaboratif yang dapat dikembangkan di wilayah masing-masing.
Para pemateri dalam lokakarya ini, adalah: Pdt. Darwin Darmawan Sekretaris Umum PGI, Tenaga ahli dari Watchdoc (Ari Trismana), tenaga ahli dari Komdigi (Aldo F. Mooy), Fasilitator Pendamping Kelompok – (Apriyanto Gayang, Yessika Christy Karatu, Rosiana Purnomo, Agung Nugroho), Direktur Yakoma – Elly Dyah P.
Klasis GKI Keerom, mengutus 3 orang pemudanya, antara lain: Herman Yapen (Kepala Seksi PAM Klasis), Herman Yappen, Jhon Hassor (Ketua PAM Solagratia Jaifuri) dan Esau Seranik (Anggota PAM Betlehem Sanggaria). Diharapkan setelah usai mengikuti kegiatan ini PAM Klasis GKI Keerom dapat berperan sebagai organisasi kepemudaan yang aktif menyuarakan keadilan dan kedamaian di Kabupaten Keerom.

Dari kiri Esau Seranik, Jhon Hassor dan Herman Yapen ketika mengikuti kegiatan di AMG Hotel (Foto: Kandera91)
Dalam Lokakarya ini para peserta berkomitmen untuk Terus Bersuara untuk Keadilan dan Perdamaian di Papua Lewat Video Pendek dengan data yang jelas dan dialog dengan narasumber yang tepat.
(Kandera91)
GALERY FOTO KEGIATAN




Pdt Ckristian Abaa dan Pnt Alfredo Masoka berfoto bersama dengan Peserta Lokakarya Media Utusan Klasis GKI Keerom di AMG pada Acara Louncing Honay (Foto: Kandera91)