INOVASI 103 KLASIS GKI KEEROM UNTUK GKI DI TANAH PAPUA
Pdt. Ckristian Abaa, S.Si.,M.Teol.
Menyamakan Gelombang Frekwensi Inovasi 103 untuk suara yang lebih jelas dan kuat serta berdampak pada perubahan perorangan dan organisasi di lingkungan GKITP
HISTORIA
Klasis GKI Keerom mandiri secara defakto, 5 November 2006. Ditandai dengan terpilih BPK Pertama Periode 2006-2012 di Jemaat GKI Anthiokia Yuwanain.
Masa sulit tetapi bermakna menjadi arah perubahan yang terus dilakukan kemudian dari periode ke periode. Kader kepemipinan terus dilakukan supaya roh dan semangat awal pendirian Klasis GKI Keerom terus dilakukan. Membawa semangat perdana “Ya Roh Kudus Baharuilah Keerom” menjadi pemicu pencapaian yang pada setiap periode diusahakan dan dihasilkan lewat Sidang Klasis dan Rapat Kerja Klasis.
Memasuki Periode ke IV 2022-2023 menjadi tantangan tersendiri untuk lebih memotivasi pembaharuan di Keerom. Maka dengan Tema “Kasih Kristus Mengerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan, menjadi penyemangat kerja bagi seluruh Badan Pekerja Klasis GKI Keerom untuk melakukan berbagai inovasi bersama dengan Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja.
Inovasi menjadi sesuatu yang wajib diusahakan oleh semua lingkup, sebagaimana Renstra Sinode GKI TP 2022-2027. Demikian pula pada Renstra Klasis GKI Keerom. Inovasi mendapat perhatian penting dan secara optimal mendapatkan tanggungjawab mutlak baik kepada pelayan dan jemaat.
Rapat Kerja I Klasis GKI Keerom, 27-28 Januari 2023 di Jemaat GKI Efrata Arsopura, ditempat yang tidak begitu tepat tetapi sangat baik untuk mengkonsep suatu tujuan besar kemudian melahirkan sesuatu yang penting tetapi memotivasi pelayan dan jemaat, dan organisasi. Kemudian ide inovasi itu diperkenalkan pertama kalinya di Raker I Klasis GKI Keerom dan digunakan sampai saat ini dan seterusnya.

Foto bersama saat penempatan Pdt. Hadi Wibowo di Jemaat GKI Anthiokia Yuwanain
KONSEP DAN GAGASAN
Konsep dan Gagasan ini disimbolikan dan diuraikan oleh Pdt. Ckristian M.N. Abaa, S.Si., M.Teol., Ketua Klasis GKI Keerom Periode 2022-2027 pada Sabtu, 28 Januari 2023 di Jemaat GKI Efrata Arsopura.
SIMBOLIK DAN MAKNA
Gagasan, ide dan konsep simbolik inovasi dilakukan dengan membentuk jari-jari tangan kanan atau kiri membentuk angka 103. Berikut simbolik 103, arti dan maknanya bagi Klasis GKI Keerom yang terinspirasi berdasarkan dokumen Renstra Sinode GKI di TP yang telah ditetapkan di SS XVIII Waropen 2022.
| Angka | Simbolik Jari | Arti | Makna |
| 1 | Jempol | Pencapaian Terbaik | Terdiri dari 4 K, yaitu Kesehatian, Kebersamaan, Ketekunan dan Ketaatan Iman. |
| Penjelasan | |||
| 4 K adalah utama, terbaik dan prioritas dalam pelayanan GKITP. Optimalisasi 4 K akan melahirkan kondisi optimal yang menumbuhkan semangat perorangan/organisasi untuk melayani Tuhan dan Jemaat dengan lebih baik. Tidak semua harus mulai dari Nol atau tidak selalu setelah satu angka 2. Tetapi angka satu akan menuju angka Nol menuju keadaan yang diinginkan. | |||
| Angka | Simbolik Jari | Arti | Makna |
| 0 | Telunjuk | Kondisi Netral Yang Menghidupkan | Netralitas menumbuhkan Kasih Kristus Menggerakan Kemandirian Gereja, Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan. Netral baik untuk semua keadaan dan cenderung membawa suasana syalom Allah. |
| Penjelasan | |||
| 4 K akan mendorong terbentuknya kondisi netral yang sangat baik, efektif dan aman yang bersumber dari Kasih Kristus yang akan mengerakkan Kemandirian Gereja, terwujudnya Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan Umat Tuhan. Tanpa kedamaian tidak akan ada pertumbuhan yang baik dan optimal. | |||
| Angka | Simbolik Jari | Arti | Makna |
| 3 | Tengah, Manis, Kelingking | Trilogi Keimanan Yang Menguatkan Komitmen Kerja | Trinitas (Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus).Tri Panggilan/Tri Tugas (Bersaksi, Bersekutu, Melayani).Tri Program (Teologi, Daya, Dana) |
| Penjelasan | |||
| Kondisi 4 K dan Nol, membentuk pola Nilai, Pendapat dan Sikap yang mempengaruhi perorangan dan organisasi, yaitu:Mendorong semangat pertumbuhan keimanan yang kuat dan teguh. Yang terbentuk dari Pengajaran Alkitab dan kesadaran tentang Trinitas. Allah Sumber Segala Sumber Perobahan.Menjalankan Tritugas Panggilan Gereja dengan Semangat Kebersamaan dan Cinta Kasih, dengan rajin, setia dan dengar-dengaran untuk menjadi Gereja Pembawa Keadilan, Kedamaian dan Kesejahteraan bagi dunia.Mendorong kerja dan karya keimanan yang diwujudkan lewat program-program prioritas untuk mendukung terwujudnya perubahan, pemberdayaan, kesehatian, kepedulian, dan kesaksian.Pola 3 ini juga dalam hubungan dengan kemasyarakatan menghubungkan kita dalam semangat kemitraan 3 Batu 1 Tungku, yaitu Adat, Agama dan Pemerintah. Bahwa peran Gereja dalam dunia juga harus dinampakkan dalam peran menjadi garam dan terang dengan memperkuat kemitraan, moderasi dan kerukunan (trilogi kerukunan). | |||
BAGAIMANA SERUAN DAN SIMBOLIK 103 DIPERDENGARKAN?
Ketika Simbolik Jari membentuk 103 disertai dengan seruan Keerom/GKITP, maka semua orang kemudian menyahut Inovasi. Sembaliknya ketika seruan Inovasi dan semua orang menyahut Keerom dengan suara lantang dan semangat, seolah perubahan itu mewujud dan nyata. Itulah yang menjadi doa doa doa dalam Inovasi Keerom/GKTP 103.
KESIMPULAN
INOVASI 103 merupakan Frekwensi yang Ideal untuk Gereja Kristen Injili di Tanah Papua. Semua orang percaya warga GKITP dan pengurus organisasi perlu ada pada frekwensi yang sama, gelombang angka yang jelas yang berdampak pada hasil suara yang jelas, didengar dan dimengerti dengan jelas dan pergerakkannya pun jelas dan menyentuh keadaan dunia yang membutuhkan perubahan.
AUDIO LAGU “BANGKIT BERINOVASI KLASIS GKI KEEROM”
Lirik oleh Pdt Ckristian Abaa









