SURVEI PERDANA LOKASI KKNT 2026-2027 ANGKATAN IV DI KLASIS GKI KEEROM: LP2M UOG BERSAMA BPK GKI KEEROM
Keerom, LoncengNews (30/09/2026)
Badan Pekerja Klasis GKI Keerom bersama dengan Pengurus LP2M Universitas Ottow dan Geissler Papua – Jayapura melaksanakan Survei Perdana Lokasi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun Ajaran 2026-2027 di 5 Jemaat di Lingkungan II Arso – Manem.
Tim Survei terdiri dari Ketua Klasis GKI Keerom, Pdt. CKristian Abaa dan Anggota BPK Lingkungan II, Pdt. Karel Sopamena dan Ketua LP2M UOG, Moses Yamungga, dan Sekretaris, Flora Hosia yang juga merupakan dosen UOG.
Sebagaimana surat LP2M UOG No.37/LP2M/UOGP/VIII/2026 kepada Klasis GKI Keerom. tentang Permohonan Informasi Lokasi Pelaksanaan Kegiatan KKNT pada bulan November-Desember 2026 di wilayah pelayanan Klasis GKI Keerom, maka Badan Pekerja Klasis GKI Keerom, pertanggal 19 Agustus 2026 telah mengeluarkan Surat Nomor: 528/C-2.a/VIII/2026, tentang Pemberitahuan Lokasi Pelaksanaan KKNT di 5 Jemaat, yang terdiri dari Jemaat GKI Efata Yanamaa, Kanaan Yamta, Simon Petrus Bagia, Pison Wonorejo dan Sion Yamara.
Maka atas dasar itu pula telah disepakati bersama, bahwa waktu survei ke 5 lokasi tersebut akan dilaksanakan, pada Rabu: 30 September 2026 dimulai pukul 10.00 WIT sampai selesai.
Sesuai waktu yang ditentukan, maka pada hari itu (30/9), Tim bertemu di pertigaan jalan Arso II di Jalan Trans Irian pada pukul 09.40. WIT lalu melanjutkan perjalanan menuju ke Pir I ke Gedung Gereja Efata Yanamaa.
Kedatangan kami disambut oleh Wakil Ketua Majelis Jemaat, Pnt. Timotius Ap, dan terlihat pula bahwa banyak orang sedang bekerja merehab gedung gereja dan membangun garasi kendaraan.
Usai diskusi, Pnt Timotius Ap, mengatakan bahwa siap menerima mahasiswa yang akan datang. Demikian juga disampaikan oleh Pdt. George Renurth, bahwa Jemaat Siap Menerima Mahasiswa OUG untuk melaksanakan tugas KKNT sesuai waktu yang ditentukan.


Suasana Diskusi dan Sharing bersama Tim Survei dengan Majelis Jemaat terkait kesiapan Lokasi, Potensi dan Permasalahan Ekonomi Jemaat di PIR I, Efata Yanamaa (Foto:Renurth)
Selesai dari Pir I, Tim segera bergerak mengunakan 2 kendaraan menuju Jemaat GKI Kanaan Yamta. Perjalanan ditempuh 15 menit di badan jalan aspal yang bagus. Sangat lancar tanpa kendala. Hanya saja jalan masuk dari pertigaan jalan Wor Trans Irian ke Pir 2 di pertigaan kampung Yamta agak berlubang, tapi masih nyaman dilewati.
Pertemuan di Pir II, dihadiri oleh Ketua Majelis Jemaat dan Majelis Jemaat lainnya, serta CPF Febby Wattimena. Jemaat di Yamta sedang mempersiapkan peresmian Gedung Gereja yang baru, tanggal 11 Okktober 2026. Sehingga kita duduk diskusi dan sharing di Gedung Gereja Lama yang terbuat dari kayu.
Survei dilakukan dari pukul 12.00 – 13.00 WIT. Kesimpulannya juga bahwa Jemaat Kanaan siap menerima Mahasiswa KKNT UOG.



Suasana Diskusi antara Tim Survei dan Majelis Jemaat di Kanaan Yamta (Foto: Febby)
Pukul 13.30 WIT, Tim segera menuju ke PIr III di Jemaat GKI Simon Petrus Bagia. Setelah sampai di pertigaan jalan masuk Pir II, tim yang mengunakan kendaraan menyusur jalan ke arah kanan menuju Pir III. Kondisi jalannya sama beraspal dan terputus, berlubang. Tapi masih bisa dilewati. Kurang lebih 20 menit kami tiba di Kampung Bagia.
Tim langsung bertemu dengan Pdt. Yakob Tahalele dan 2 orang majelis jemaat di Gedung Gereja dan berdiskusi hal yang sama. Permasalahan Ekonomi Warga Jemaat cukup tinggi, karena sebagian warga jemaat adalah penunggu rumah dan bukan pemilik rumah. Sehingga aktifitas ekonomi tidak dapat berjalan baik karena tidak memiliki lahan.
Tim berakhir di Simon Petrus pukul 15.00 WIT dan melanjutkan perjalanan ke Pir IV Wonorejo. Perjalan ke Pir IV cukup jauh dari Pir III. Setelah sampai di pertigaan Wor, tim belok kanan sampai di depan Toko Sawit Jaya belok kiri melewati Jembatan Tami lurus ke Wambes. Dipertengahan jalan, tim belok kanan menyusur jalan tidak beraspal. Walau tidak beraspal, tetapi terlihat sudah ditimbun dengan material dan sudah pengerasan. Sehingga 2 kendaraan yang kami gunakan lancar dikemudikan.





Suasana Kunjungan Tim ke Simon Petrus Bagia Pir III (Foto:Flora)
Tiba di Pir IV, tim sampai di Gedung Gereja Jemaat GKI Pison Wonorejo, dan bertemu dengan Majelis Jemaat yang telah siap menunggu dari pukul 10.00 WIT. Mereka luar biasa.
Pertemuan tim bersama, Ketua Majelis Jemaat, Pdt Elsa Ayhuan dan sekretaris serta 1 orang penatua, pendamping unsur PKB. Setelah mendapatkan gambaran tentang lokasi dan potensi serta kendala di jemaat, maka Ketua Majelis Jemaat menyampaikan siap menerima kehadiran mahasiswa KKNT UOG yang akan datang. Pertemuan dimulai pada pukul 16.00 – 17.30 WIT.
Di Pir IV, tim dijamu dengan snakc dan makan siang di sore hari.





Suasana Diskusi dan Sharing Tim Survei dan Majelis Jemaat GKI Pison Wonorejo, sambil menikmati Jamuan Kasih (Foto:Elsa)
Karena akan ada Ibadah Akhir Bulan, maka diskusi di Pir IV disudahi. Hari juga sudah mulai gelap. Waktu menunjukan pukul 17.30 WIT. Masih ada 1 tempat lagi, yaitu di Jemaat GKI Sion Yamara Pir V yang belum dikunjungi.
Tim selanjutnya bergerak cepat ke Pir V, karena perjalanan dari Pir IV ke Pir V sangat jauh, sekitar 6 KM lebih.
Kami juga pastikan bahwa di Pir V ketika kami tiba Ibadah Akhir Bulan tengah berlangsung.
Tim tiba di Pir V pukul 18.30 WIT dan ibadah telah selesai. Ternyata ibadah sudah dilaksanakan pada pukul 17.00 WIT. Mengapa? Ya, itu yang disepakati. Majelis Jemaat juga menyampaikan, bahwa listrik dari PLN sering padam. Sehingga ibadah dilakukan saat hari masih terang.
Tim dan Majelis Jemaat kemudian melakukan percakapan di teras kanan gedung gereja, sambil menikmati sajian teh dan kue yang telah disiapkan sebelumnya.
TIm juga mendengarkan potensi dan masalah-masalah ekonomi yang dihadapi jemaat. Dan mengharapkan jika nanti mahasiswa datang mereka dapat membantu, memberi pelajaran yang baik ke pada warga jemaat. Tentang cara meningkatkan kehidupan ekonomi jemaat.
Kesimpulanya bahwa Majelis dan Jemaat di Sion Yamara siap menerima kehadiran Mahasiswa KKNT UOG dan sudah menyiapkan lokasi atau rumah dimana mereka akan tinggal selama 1 bulan.




Suasana di Jemaat GKI Sion Yamara dan ketika Tim sedang berdiskusi dengan Majelis dan Warga Jemaat (Foto:Flora)
Pada akhir pertemuan dan giat survei yang dilakukan di 5 jemaat, Ketua LP2M, Moses Yamungga, mengatakan:
“Potensi ekonomi jemaat bisa ditingkatkan untuk meningkatkan pendermaan di dalam gereja. Pendapatan ekonomi jemaat bisa ditingkatkan melalui potensi pertanian, peternakan dan perikanan serta potensi-potensi ekonomi yang lain. Kita harapkan kedepan Mahasiswa KKNT kami turunkan yang pelaksanaannya akan terjadi di bulan Januari 2027. Bulan Oktober-November 2026 akan dilakukan pembekalan mahasiswa terlebih dahulu. Lalu mahasiswa akan datang ke 5 jemaat yang telah kami survei bersama klasis untuk kembali melakukan pemetaan potensi ekonomi. Untuk diketahui bahwa kerjasama dengan Klasis GKI Keerom telah memasuki tahun ke 4 untuk program KKNT. Sehingga diharapkan kedepan program ini dapat berhasil dan jemaat dapat manfaatnya”.
Sekretaris LP2M UOG juga menambahkan apa yang telah disampaikan, bahwa:
Dalam survei hari ini di 5 jemaat, kami telah melihat dan mendengar apa saja potensi di jemaat. Kami harapkan dari survei ini panitia KKNT dapat membuat rencana program kerja untuk Mahasiswa KKNT semester ganjil 2026-2027.
Sementara itu, Anggota BPK Lingkungan II, Pdt Karel Sopamena, S.Th.,MM, menyampaikan:#
Saya berterimakasih karena dari UOG sudah datang ke lingkungan II Manem yang menjadi tanggungjawab saya. Dan apa yang sudah disampaikan hari ini di 5 jemaat akan ditindaklanjuti kembali dengan survei kedua. Dan nanti dengan turunnya mahasiswa KKNT akan memberikan motivasi terbaik dan kemajuan ekonomi bagi jemaat-jemaat di lingkungan II klasis GKI Keerom. Kami di lingkungan II Manem ada 8 jemaat. Tapi yang kita kunjungi baru 5 jemaat. Kita berharap kedepan program ini bisa sampaik ke jemaat lainnya. Kami sanggat bangga di program ini. Terimakasih!
Wawancara dengan Ketua dan Sekretaris LP2M UOG serta Anggota BPK Lingkungan II Manem, 30/09/2026 (Video:Kissade)