Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Suara Lonceng Suara Lonceng Suara Lonceng

"Suara Injil Akan Sampai Dalam Hutan Sunyi"

Suara Lonceng Suara Lonceng Suara Lonceng

"Suara Injil Akan Sampai Dalam Hutan Sunyi"

  • Home
  • Klasis
  • Jemaat
  • Kabar Dari Kampung
  • Politik
  • Sosial
  • Advertori
  • Feature
  • In-deph Reporting
  • Opini
  • HAM
  • News
  • Headline
  • Sinode
  • Home
  • Klasis
  • Jemaat
  • Kabar Dari Kampung
  • Politik
  • Sosial
  • Advertori
  • Feature
  • In-deph Reporting
  • Opini
  • HAM
  • News
  • Headline
  • Sinode
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Suara Lonceng Suara Lonceng Suara Lonceng

"Suara Injil Akan Sampai Dalam Hutan Sunyi"

Suara Lonceng Suara Lonceng Suara Lonceng

"Suara Injil Akan Sampai Dalam Hutan Sunyi"

  • Home
  • Klasis
  • Jemaat
  • Kabar Dari Kampung
  • Politik
  • Sosial
  • Advertori
  • Feature
  • In-deph Reporting
  • Opini
  • HAM
  • News
  • Headline
  • Sinode
  • Home
  • Klasis
  • Jemaat
  • Kabar Dari Kampung
  • Politik
  • Sosial
  • Advertori
  • Feature
  • In-deph Reporting
  • Opini
  • HAM
  • News
  • Headline
  • Sinode
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Advertori/ELSENG, NAN MEMBISU SUARAMU
AdvertoriKabar Dari KampungKlasisSosial

ELSENG, NAN MEMBISU SUARAMU

By sigmacreativeindonesia@gmail.com
August 31, 2026 13 Min Read
0

Ckristian Abaa

(Memori Visitasi Klasis GKI Keerom ke Dusun Sae Keerom, tanggal 5-12 Desember 2008).

“Sa tara bisa baca, tulis dan bahitung. Sa tara sakolah. Sa tara tau apa-apa. Tara ada sekolah di sa pu kampung sini. Tara ada guru untuk ajar sa. Tapi kalo ada guru pasti sa bisa.” kata Matias Tabu. Anak berambut keriting dan berkulit hitam ini berbicara terbata-bata tentang masa depannya di kampung Elseng. Umurnya 10 tahun dan ia tidak bersekolah.

Kenyataan di atas tidak saja dialami oleh Matias Tabu. Hampir semua anak seusianya di Elseng tidak mengecap bangku pendidikan dasar. Bahkan kondisi ini semakin diperburuk dengan banyaknya orang tua mereka yang tidak melek huruf atau buta aksara.

Elseng adalah sebuah dusun dari kampung Molof distrik Senggi kabupaten Keerom. Kabupaten ini baru saja dimekarkan dari kabupaten induk Jayapura. Usianya masih terbilang muda, yaitu 5 tahun. Di dusun Elseng berdiam keluarga besar Tabu dan marga lainnya. Marga Tabu tidak asing di telinga. Di era 70-an, marga Tabu ini sangat terkenal di Papua, khususnya di distrik Senggi sampai di Aurina kabupaten Jayapura. Terutama oleh peran dua bersaudara Matias dan Marten Tabu, sebagai Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Gambaran singkat ini, tentu dapat dibayangkan dalam benak kita. Bahwa betapa sulitnya daerah itu dapat dijangkau. Bagaimana pembangunan dapat sampai kesana?. Kesulitan itu tidak hanya disebabkan oleh faktor geografis, tetapi juga disebabkan oleh faktor stabilitas. Orang tentu akan berfikir seribu kali lamanya untuk memijakan kaki di Elseng. Tetapi bagi pimpinan Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, khususnya klasis Keerom pikiran itu sesungguhnya dihindari.

Sejak tahun 2007, dusun Elseng, telah menjadi sebuah pergumulan yang sangat serius diperbincangkan, oleh beberapa warga gereja yang bekerja di pemerintahan. Tidak hanya itu. Beberapa petugas gereja yang bekerja di distrik Senggi pun melaporkan hal yang sama. Terdapat banyak sekali kerinduan umat di Elseng. Mereka mengharapkan perubahan untuk mendapatkan pelayanan yang baik dari gereja. Oleh karena itu, setelah melakukan beberapa kali komunikasi dengan berbagai pihak di dalam dan di luar gereja, maka Badan Pekerja Klasis Keerom, memutuskan untuk mengunjungi dan menjangkau warga-warga gereja yang tinggal di sana. Hal ini, kemudian menjadi sebuah komitmen Iman yang tidak dapat lagi diabaikan.


Foto Kondisi Rumah Gereja sampai 2012

Kondisi Gereja Pos PI Matius di Dusun Sae Senggi yang ada dibantaran Kali Sae. Tahun 2006-2012, ketika hujan dan banjir, maka bangunan gereja akan tergenang air dan penuh lumpur.

Membuka Selubung

Beberapa persiapan pun dilakukan untuk memulai ekspedisi yang sangat penting ini. Pdt. Pubelius Manuaron, S.Si., menilai ekspedisi Elseng sebagai sebuah mahakarya yang penting dan besar. Sebuah sejarah pekabaran Injil yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Utusan-utusan resmi gereja pun dikirimkan untuk melakukan perjalanan-perjalanan awal. Salah satu utusan itu adalah Pdt. Yohanes Seranik, S.Th., seorang pelayan yang sangat serius dan tak kenal lelah menjangkau daerah-daerah terisolir di dataran Keerom. Ia, adalah orang yang diberikan tanggungjawab untuk membangun komunikasi dan komitmen warga Elseng, untuk mengapai perubahan dan masa depan yang lebih baik. Sebagai seorang sekretaris Komisi Pekabaran Injil (KPI) Klasis Keerom, Pdt. Yohanes Seranik, S.Th., sangat cakap mengerjakan pekerjaannya itu. Laporan perjalanannya kemudian digunakan sebagai alat pendorong dibukanya Pos Pekabaran Injil (Pos PI) di sana. Agaknya selubung kabut itu semakin terbuka.


Tim Ekspedisi

Perjalanan ke Elseng dilakukan pada tanggal 5 s.d 12 Desember 2008. Ekspedisi yang dilakukan oleh Badan Pekerja Klasis GKI Keerom Periode 2006 s.d 2011, terdiri dari Pdt. Pubelius Manuaron, S.Si (Ketua Klasis Keerom), Pdt. Karel Sopamena, Sm.Th. (Sekretaris Klasis Keerom), J. O. Mautang (Bendahara Klasis Keerom), Pnt. Auguts Ap, S. Pd. (Wakil Ketua Klasis), Pdt. Yohanes Seranik, S.Th. (Sekretaris Komisi Pekabaran Injil), Pnt. Frans Yana (Anggota BPK Lingkungan IV, Senggi), Pdt. Anike Korwa, S.Si., dan Seksi PAM GKI Klasis Keerom, Ckristian M. N. Abaa, S.Si. M.Teol. Beberapa jemaat di lingkungan IV, Senggi, seperti Jemaat Eben Haezer Senggi, Jemaat Pengharapan Walley, Jemaat Elim Molof dan Pos Pekabaran Injil Paulus Tiarsi, juga turut disertakan dalam perjalanan ke Elseng.

Turut serta bersama tim klasis Keerom, Kepala Distrik Senggi, Drs. Frans Sagrim, dan MUSPIKA distrik, diantaranya Danramil dan Kapolsek Senggi.

Tim ekspedisi ini memperlihatkan apa yang disebut dengan kemitraan, dalam rangka membuka keterisolasian satu kampung dari kampung lainnya. Dan satu daerah dari daerah lainnya. Itu sebabnya, tidak dapat pihak gereja bekerja sendiri tanpa melibatkan pihak pemerintah. Atau pun sebaliknya. Aspek ekonomi, infrastruktur dan stabilitas tidaklah dapat dipisahkan dari usaha bersama berbagai pihak. Di mana detail kehidupan profan (keduniawian) tidak dapat dilepaskan dari sistem kontrol spiritualitas.

Walley dan Usku

Panas di langit Keerom mengantar tim Klasis menuju matahari terbit. Truk TNI-AD, milik Satgas 511 SBY, berjalan bergetar di atas jalan yang tak rata. Jalan menuju distrik Senggi, sangat memprihatinkan. Hanya seperti tumpukan tanah dengan beberapa bagian material karang dan bebatuan kali campur pasir. Kondisi jalan demikian sangat buruk bila musim hujan tiba. Berlumpur dan licin. Apabila musim panas, maka akan sangat berdebu dan menganggu penglihatan mata. Kamis, 4 Desember 2008. Tepat pukul 11.00 WIT. Setelah doa dinaikkan kepada sang Khalik, maka tim bergerak dari Kantor Klasis GKI Keerom di kampung Yuwanain Arso II, distrik Arso.

Perjalanan dari distrik Arso sampai ke distrik Senggi lebih kurang ditempuh selama 7 jam. Dengan kondisi jalan yang kurang baik, maka perjalanan ini sangat melelahkan. Tubuh terus bergetar. Mata terpejam. Debu tanah beterbangan mengurung tim dari segala penjuru. Panas dan debu agaknya tidak bersahabat. Tetapi kondisi ini jauh lebih baik ketimbang musim hujan. Tentu kondisinya lebih menyusahkan.

Matahari jatuh ke barat ketika tim tiba di kota distrik Senggi. Sesudah menurunkan sebagian anggota tim di Gereja Eben Haezer Senggi; maka truk TNI AD, melanjutkan perjalanan dengan beberapa anggota tim lainnya, terus ke arah barat, menuju kampung Usku. Perjalanan ke kampung Usku lebih kurang ditempuh selama 1, 5 jam. Rombongan kedua dari tim klasis Keerom, kemudian melanjutkan perjalanan ke kampung Walley. Mereka kemudian, melakukan percakapan dengan warga gereja di sana. Perahu-perahu tradisional disiapkan. Beberapa motor tempel (Yamaha 15 PK) dipinjamkan oleh beberapa warga gereja. Sedangkan di Usku, pemerintah kampung meminjamkan fasilitas perahu dan motor tempel. Di Senggi, terjadi pula percakapan serius dengan pemerintah distrik.

Jumat, 5 Desember 2008, perahu-perahu motor dari Walley telah bergerak menyusuri sungai Pai. Hari masih pagi, ketika suara motor meraung memecah air kecoklatan. Sungai Pai, disebut juga Sungai Keerom. Sungai Pai (sebutan penduduk di Senggi) merupakan tempat penting dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat. Lebar sungai ini mencapai 50 s.d 100 meter. Di musim panas air surut. Nampak tumpukan-tumpukan kayu berserakan. Menyulitkan perahu motor untuk bergerak dengan leluasa. Apabila musim hujan, air sungai Pai, dapat saja meluap. Menimbulkan erosi disepanjang sungai. Pohon-pohon besar dan kecil tumbang terbawa arus. Dalam sejarah pemerintahan di Keerom. Kondisi sungai Pai yang tidak aman akibat banyaknya kayu-kayu, mengharuskan sebuah tim ekspedisi pemerintah Belanda, yang sedang melakukan perjalanan di sungai Pai, kembali pulang. Dalam bahasa Belanda, diucapkan Kerk Home. Dua kata inilah yang kemudian menjadi cikal bakal nama kabupaten Keerom.

Sementara itu, rombongan tim Klasis lainnya bersama dengan pemerintah Distrik Senggi dan Muspika Distrik, melakukan perjalanan dari kampung Usku. Sedikit berbeda dengan jalur perjalanan dari kampung Walley. Sebagian tim menyusuri kali Usku sambil membawa bahan makanan dan pakaian layak pakai di atas perahu fyber. Kali Usku sangat dangkal. Tidak memungkinkan dengan beban yang berat. Sebagian tim lainnya, melakukan perjalanan kaki melalui hutan untuk sampai di muara kali Usku. Perjalananan dari Usku ke Muara Kali Usku ditempuh selama 1, 5 jam.

Rumah Doa dan Rumah Pergumulan

Pelayanan Pekabaran Injil yang dilakukan dengan datang berkunjung kepada Jemaat di Matius Sae. Tampak beberapa orang dewasa dan anak-anak yang menghadiri ibadah. Foto: Ckristian Abaa (2012).


Pohon Kalelawar

Berbeda dengan Sungai Pai. Di Muara Kali Usku, aliran air-nya tenang dan teduh. Walau sehabis hujan tetapi tidak menampakkan arus yang kuat. Airnya juga tidak terlalu keruh kecoklatan. Di atas batang sungai ini, kemudian tim melanjutkan perjalanan dengan perahu. Pelan dan pasti perahu melaju. Sambil alam dinikmati.

Siang berganti sore. Kegelapan buru-buru menutupi bentangan hutan di sepanjang sungai. Memang tim agak lambat melakukan perjalanan dari Usku, pada pukul 12.00 WIT. Mengakibatkan tim memiliki waktu yang terbatas. Setelah meninggalkan Muara Usku, pukul 15.00 WIT, tim terpaksa harus beristirahat di rumah singgah milik masyarakat Usku. Rumah singgah adalah tempat mencari dan menampung sementara hasil hutan dan sungai. Rumah semacam ini terbuat dari daun Sagu atau Palem, dan mengunakan kayu-kayu yang terdapat banyak di hutan. Beberapa masyarakat di sepanjang sungai Pai dan Web, seperti masyarakat Molof dan Elseng juga memiliki rumah-rumah seperti ini. Umumnya dibuat di tempat-tempat yang memiliki sumber daya alam melimpah. Itu tempat yang strategis. Biasanya dekat dengan telaga. Hasil-hasil hutan dan sungai yang tersedia, misalnya babi hutan, rusa, mambruk, kasuari, lao-lao, ikan lele, ikan mujair, ikan sembilan, buaya dan sebagainya.

Pagi menjelang. Alarm alam berbunyi dengan riang. Suara burung Rangkong mengejutkan kami. Pukul 05.00 WIT. Tim segera bergegas dan melanjutkan perjalanan kembali. Ada sedikit perubahan di Sungai. Air semakin keruh kecoklatan. Tidak seperti sebelumnya. Agaknya di arah Senggi hujan turun. Air sungai Web meluap dengan arus yang kencang. Sabtu, 6 Desember 2008. Hari yang menyenangkan. Di atas bentangan sungai tak henti kepuasan menikmati. Sambil terus berguman dalam hati “betapa besar karya Sang Pencipta Bumi.”

Namun demikian, lekak-lekuk sungai Web tidak dapat menghipnotis perhatian tim dari ratusan Kalelawar, berukuran besar, yang bergelantungan di sebuah pohon besar. Hijau daun berubah hitam pekat. Dahan-dahan pohon serasa tak mampu menanggung beban berat tubuh berlemak yang sedang beristirahat itu. Sungguh menakjudkan.

Muara Keerom

Pemandangan di Muara Keerom sungguh menakjudkan. Arus air sangat deras dan menimbulkan banyak pusaran air. Sangat dalam dan berbahaya. Pandangan mata seakan engan berkedip menyaksikan keperkasaan sungai Keerom. Lebar sungainya mencapai 100 s.d 200 meter. Sungguh suatu pemandangan yang fantastik. Tidak nampak log-log kayu dipermukaan air. Membuat motores seenaknya saja meliak-liukan perahu motornya.

Tak berapa lama. Rombongan dari Usku, bergabung kembali dengan rombongan dari Walley. Mereka tinggal di rumah-rumah singgah/mencari, masyarakat Molof. Di atas perapian nampak tersusun rapi, ikan Mujair dan ikan Sembilan. Tetesan lemak menyulut api seakan engan padam. Asap putih menyebar. Aroma khas ikan, tercium sampai ke bibir sungai Keerom. Membangkitkan selera makan. Segera saja seluruh ikan yang dipanggang di atas perapian itu ludes.

Di beberapa rumah singgah nampak tulang belulang dan tengkorak buaya, berukuran besar dan kecil. Tulang punggung kasuari pun terlihat disisip pada bumbungan rumah. Agaknya rumah singgah ini sangat efektif difungsikan oleh masyarakat Molof.

Perjalanan pun kembali dilakukan. Sabtu, 6 Desember 2009, pukul 10.00 WIT, semua tim dengan 5 perahu melaju mengikuti arus sungai Keerom. Kali ini tim, seolah terbawa masuk dalam sebuah imajinasi. Seolah kami, sedang masuk dalam suasana Taman Firdaus, Eden yang hilang itu. Betapa tidak. Seluruh marga satwa seolah tidak takut dengan kehadiran manusia di sekitarnya. Babi Hutan, Mambruk, Rusa dan Kalelawar, seolah bersahabat dengan manusia. Tiada yang lari bergegas, ketika mendengar suara perahu motor. Serasa hati berkeinginan memegang dan memeluknya. Rusa dan Babi Hutan pun tak takut bersantai dipinggiran sungai, sambil melepas dahaga mereka. Pukul 13.00 WIT, akhirnya tim tiba di Muara Kali Sae. Tak jauh lagi dari tempat tujuan di dusun Elseng Sae.

Elseng Riwayatmu Dulu

Dusun Elseng memiliki riwayat yang panjang. Dahulu tempat ini difungsikan sebagai tempat pertahanan dan perlindungan yang sangat strategis bagi perjuangan Papua Merdeka. Anda tidak usah terkejut, jika memperhatikan tata letak kampung yang tepat berada di lekukkan panjang kali Sae. Sebuah benteng sungai yang kuat untuk menghadapi serangan yang masuk dari Sungai Keerom dan Sungai Nawa. Sejarah juga mencatat bahwa di tempat ini beberapa peristiwa penting pernah terjadi yang melibatkan TNI-AD dan TPN OPM.

Kesan pertama kali ketika tiba di dusun Elseng, seolah masyarakatnya tidaklah terisolir. Anda dapat membayangkan di tengah sulitnya prasarana penghubung ke dusun Elseng. Tetapi rumah-rumah penduduknya sangatlah berbeda seperti rumah-rumah penduduk Papua di pedalaman. Rumah mereka beratapkan seng. Dinding-dinding rumah mereka terbuat dari papan kayu besi yang dibuat mengunakan gergaji mesin. Agaknya ada sepenggal cerita yang panjang dari sekedar sebuah pengalaman menegangkan. Misteri Elseng menjadi sebuah monumental sejarah yang sayang terlewatkan.

Akan tetapi apapun cerita lama itu. Sekarang Elseng hendak berubah. Alm. Matias Tabu, menginginkan suatu perubahan bagi anak cucunya.

“Sampai berapa lama saya harus bergerilnya dan anak cucu tidak dapat sekolah dan melihat masa depan mereka dengan baik. Saya harus keluar dan bekerja sama dengan pemerintah dan TNI, supaya kampung saya dapat maju seperti kampung lainnya dan anak cucu saya dapat hidup baik” kata Welem Tabu, mengenang apa yang disampaikan ayahnya.


Pos Pekabaran Injil “Matius”

Pekabaran Injil di Elseng tidak jelas dimulai sejak kapan. Akan tetapi pelayanan GKI di Tanah Papua, sudah dilayankan sejak tahun 1980-an. Beberapa pendeta, guru Injil dan Jemaat, utusan Klasis Jayapura, telah sering melakukan perjalanan pelayanan sakramen di sana. Mereka mengunakan pesawat terbang kala itu. Pelayanan sakramen di dusun Elseng pertama kali dilakukan oleh Pdt. Isak Rumpaisum, S.Th., kepada beberapa keluarga Tabu. Mereka sangat terbuka kepada Injil dan menerima baptisan. Akan tetapi kala itu belumlah dibuka satu pos pekabaran Injil.

Setelah sekian lamanya. Masyarakat Elseng, kemudian meminta dibukanya Pos Pekabaran Injil. Kerinduan akan hadirnya Allah yang menetap, sebagai mana harapan bangsa Israel, menjadi sinyalemen positif. Sebab ketika Allah menjamah Papua, maka dengan iman kita percaya bahwa Papua akan berubah kearah yang lebih baik. Hal senada disampaikan oleh Pdt. Pubelius Manuaron, S.Si. dalam khotbahnya pada pentahbisan Pos Pekabaran Injil, Minggu, 7 Desember 2008, pukul 09.00 WIT., “Dalam rumah Allah ini, Allah yang kita sembah akan berdiam. Jika kalian memerlukan Allah, datanglah kedalam gereja ini. Duduk diam dan angkat doa. Naik melewati atap gereja ini. Percayalah, bahwa mulai hari ini perubahan itu akan terjadi. Allah sendiri yang akan mengerakkan orang-orang percaya di kabupaten Keerom dan di mana saja, untuk memberikan perubahan total bagi masyarakat Elseng. Asalkan kamu tetap setia. Jika kalian tidak bisa membaca Alkitab. Cukup hari minggu, kalian duduk di gereja, menyanyi dan berdoa. Lalu pulang ke rumah. Maka berkat Allah akan menyertaimu.”

Suasana Gedung Gereja Baru Pos PI Matius Sae yang telah diresmikan tahun 2015

Buta Aksara

Tetapi bagaimana dusun dan masyarakat Elseng akan berubah? Agaknya ini menjadi tantangan tersendiri yang harus diperjuangkan oleh gereja dan pemerintah. Walau pun pada akhirnya pembangunan akan datang. Tetapi masalah terbesar adalah ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan. Sekolah sangat dibutuhkan. Tempat di mana anak dan generasi Elseng lainnya belajar. Pengalaman buruk, Matius Tabu (10 tahun) janganlah terulang kembali. Gereja dan pemerintah bertanggungjawab penuh untuk terwujudnya cita-cita anak-anak Elseng. Sehingga suatu saat, mereka tidak lagi menatap ke langit tanpa kepastian dengan mata yang kosong.

Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai generasi mudanya dan memberikan peluang seluas-luasnya kepada mereka untuk mengapai masa depan. Gereja dengan Allah-nya yang besar, adalah gereja yang sungguh-sungguh memperhatikan pertumbuhan rohani anak-anak muda, generasi gereja. Sambil menuntun mereka masuk dalam dunia yang penuh tantangan. Tantangan itu ialah, memelekan masyarakat Elseng untuk dapat mengenal huruf melalui pendidikan yang terpadu. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi gereja dan pemerintah.

Apakah membisu?

Elseng hari ini memang seolah membisu. Tiada suaranya terdengar. Sulitnya komunikasi, transportasi, ekonomi, layanan kesehatan dan kepedulian masyarakat lainnya. Membuat suara-suara Elseng terpasung. Terdiam. Kapan orang melihat? Kapan orang mau mendengar? Mungkin tidak hari ini!. Mungkin hari esok! Sebuah harapan yang pasti bagi Elseng!. Tidak selamanya mereka akan membisu, karena terisolir. Tidak selamanya mereka akan membisu, karena tidak sekolah!. Tidak selamanya mereka akan membisu, karena intimidasi dan memori passionis yang dialami. Semua itu akan berubah.

Apa yang dapat dilakukan? Hari ini kita dapat memberikan motivasi dan harapan. Besok, kita dapat mengusahakan tersedianya kerjasama pendidikan antara gereja dan pemerintah. Lusa, kita dapat membangun komunikasi strategis dan kerjasama nasional dan internasional dalam mengentaskan kemiskinan yang disebabkan oleh masalah keterisolasian daerah. Setiap saat. Kapan pun jika kita mau. Kita dapat merubah dunia.

Ekspedisi telah berakhir. Perjalanan lainnya akan terus digiatkan sampai Tuhan datang. Sebab, “apalagi yang kurang dalam pemberitaan Injil, kalau bukan mengunjungi, menjangkau dan melayani orang-orang yang terisolasi dan yang membutuhkan perhatian kita, secara total menuju damai di Bumi dan damai di Sorga.”

Jejak Kaki Telanjang 2012

Jejak Kaki Telanjang Sekretaris Komisi Pekabaran Injil Klasis GKI Keerom, Pdt. Ckristian Abaa ke Dusun Sae.


Tugas di Matius Sae Belum Selesai

  • Relokasi Dusun Sae ke Ulayat Orang Tabu masih menjadi pergumulan yang terus dikerjakan sampai 2026.
  • Relokasi Dusun adalah memindahkan Gereja, Sekolah YPK dan Suku Elseng ke Tanah Ulayat mereka sendiri di kali Pi.
  • Dibutuhkan SDM dan orang yang mau untuk dapat bekerja di sana dengan setia dan rajin.
  • Program SINAS terus dimantapkan. Sinas itu adalah Selamatkan Pendidikan dan Iman Anak Sae

Klasis GKI Senggi Sejak 2022

  • Sejak Sidang Sinode XVIII Waropen tahun 2022, telah diterima dan dimekarkan Bakal Klasis GKI Senggi menjadi Klasis Devenitif dan terpisah dari Klasis GKI Keerom.
  • Sehingga diharapkan pekerjaan misi ke Kali Sae ataupun ke tempat yang baru di Kali Pi menjadi perhatian serius. Dan ini dimitrakan bersama secara efektif dengan pihak-pihak terkait baik pemerintah dan gereja serta adat.
  • Terimakasih untuk Masyarakat Farwasi, Terse dan Tiarsi yang terus mendukung pelayanan ke wilayah Sae melalui Kali Keerom (Kali Pai). Karena merekalah yang memiliki perahu dan tenaga motores yang dapat mengantarkan para pelayan Firman ketika bertugas di sana.
  • Para Guru Injil yang pernah dan masih bertugas di sana yang akan terus untuk setia, yaitu Gri Bernadus Korme, Gri Alfons Piatawa dan Gri. Ronny Taplo.
  • Teruslah memberitakan Injil Yesus Kristus dalam pergerakan pindah suku Elseng. Di mana ada mereka di situ diikuti dengan Injil.
  • Pelayan Misi ke Sae dirintis pertama kali oleh Pdt. Isak Rumaisum yang bertugas sebagai Ketua Majelis Jemaat GKI Ebenhaezer Senggi Klasis Jayapura (2003) lalu dilanjutkan oleh Pdt Yohanes Seranik yang bertugas sebagai Sekretaris Komisi Pekabaran Injil Klasis GKI Keerom (2006-2012). Lalu dilanjutkan lagi oleh Pdt Ckristian Abaa yang bertugas sebagai Ketua Majelis Jemaat GKI Ebenhaezer Senggi dan Sekretaris Komisi Pekabaran Injil Klasis GKI Keerom (2012-2017). Dan terakhir oleh Pdt Yafet Rollo sebagai Sekretaris Komisi Pekabaran Injil Klasis GKI Keerom (2017-2022).

Tags:

Klasis GKI KeeromPelayanan Pendidikan dan KesehatanSpiritualitas Klasis GKI Keerom dan Klasis GKI Senggi
Author

sigmacreativeindonesia@gmail.com

Follow Me
Other Articles
Previous

KLASIS GKI KEEROM MEMBUKA USBU UNTUK MEMPERKUAT PELAYANAN JEMAAT

Next

SINERGISITAS ATR BPN KEEROM DALAM PENGELOLAAN ASET TANAH GEREJA KLASIS GKI KEEROM

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hey, I’m Alex. I build frontend experiences and dive into tech, business, and wellness.
  • X
  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube
Work Experience

Velora Labs

Frontend Developer

2021-present

Luxora Digital

Web Developer

2019-2021

Averion Studio

Support Specialist

2017-2019

Available for Hire
Get In Touch

Recent Posts

  • PERAN AGAMA TERHADAP PENCEGAHAN KEJAHATAN
    by admin
    October 7, 2026
  • The Hidden Potential of Bitcoin
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Kickstart Your Blogging Journey Today
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    September 30, 2025
  • Morning Routines That Boost Your Productivity
    by sigmacreativeindonesia@gmail.com
    October 1, 2025

Search...

Technologies

Figma

Collaborate and design interfaces in real-time.

Notion

Organize, track, and collaborate on projects easily.

DaVinci Resolve 20

Professional video and graphic editing tool.

Illustrator

Create precise vector graphics and illustrations.

Photoshop

Professional image and graphic editing tool.

Welcome to the ultimate source for fresh perspectives! Explore curated content to enlighten, entertain and engage global readers.

  • Facebook
  • X
  • Instagram
  • LinkedIn

Latest Posts

  • UNTUK PERTAMA KALI IBADAH PAM GKITP SE WILAYAH I DILAKUKAN
    Sentani, Lonceng News (19/9/2026)Untuk pertama kalinya terjadi Persekutuan Anggota Muda… Read more: UNTUK PERTAMA KALI IBADAH PAM GKITP SE WILAYAH I DILAKUKAN
  • Travel to Make Your Child Happy
    Life is often defined by big milestones, but the real… Read more: Travel to Make Your Child Happy
  • Travel and Enjoy Delicious Foods
    Discover the joys of sharing your passions, stories, and experiences… Read more: Travel and Enjoy Delicious Foods

Pages

  • About
  • Contact
  • Stories
  • Shop
  • Typography
  • Terms and conditions

Contact

Phone

+342348343

+348796543

Email

hi@blogsy.com

support@blogsy.com

Location

New York, USA

Copyright 2026 — Suara Lonceng. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme