EVALUASI KEPEMIMPINAN UTUSAN PGGK DI LINGKUP FKUB KABUPATEN KEEROM PERIODE 2021-2026 DIBAHAS DALAM RAPAT PGGK
Keerom, LoncengNews (1/10/2026)
Sehubungan dengan telah berakhirnya masa tugas FKUB Kabupaten Keerom Periode 2021-2026, tanggal 13 April 2026, maka beberapa utusan tokoh agama dari PGGK melaporkan kinerja mereka secara individu dan organisasi dalam rangka ikut menjaga Keerom Rukun dan Damai.
Rapat yang diselenggarakan di Kantor Klasis GKI Keerom berlangsung dari pukul 12.00 – 13.30 WIT, tanggal 1 Oktober 2026 dipimpin oleh Wakil Ketua I, Pdt Obed Wamo, S.Th., dan Sekretaris, Pdt Polikarpus Wopari, S.Th, dihadiri oleh Wakil Ketua II Pdt George Rahantoknam, S.Si.M.Mis, Wakil Ketua III Pdt Yulius Suprabekti, S.Th., MA., Pdt. Ckristian Abaa (Bidang Hubungan Antar Umat Beragama), Wakil Sekretaris Pnt. Alfredo Masoka dan Pdt Medan Worabay serta Ketua Klasis GKI GIDI, Ev. Andreas Wakur. Beberapa pimpinan denominasi gereja lainnya tidak hadir.
Setelah dibuka oleh Sekretaris PGGK, maka utusan PGGK dari Agama Kristen melaporkan 5 tahun kinerja bersama dengan FKUB Kabupaten Keerom
Pdt. Ckristian Abaa, selaku Ketua FKUB Antar Waktu 2021-2026, melaporkan, bahwa:
“Terimakasih karena PGGK pada Periode Pdt. Frans Mambrasar, telah memberikan rekomendasi kepada kami selaku utusan Kristen di FKUB Keerom. Utusan FKUB Keerom dari Kristen itu ada 6 orang, antara lain: Pdt. Ckristian Abaa, Pdt. Polikarpus Wopari, Pdt. Yulius Suprabekti, Pdt. Aser Togotly, Pdt. Yohosua Ohodo dan Pdt. Ricarda Olua. Selanjutnya Pdt Richard Olua dipindahkan 2024 ke Muara Tami, maka digantikan dengan Pdt Agustinus Yeuw di Senggi. Tahun 2021 dalam pemilihan di FKUB Utusan Kristen dipercayakan sebagai Wakil Ketua I, yaitu Pdt. Ckristian Abaa, lalu sampai tahun 2025 menggantikan Ketua FKUB, Ust. Nursalim, sebagai Ketua FKUB Antar Waktu sampai dengan berakhir di 13 April 2026”
“Dalam kinerja utusan agama Kristen dari PGGK telah memperlihatkan peran yang baik dalam kebersamaan dengan pimpinan agama lainnya, baik dari Katolik, Islam dan Hindu. Bersama dengan Pengurus dan Anggota FKUB Keerom, kami telah aktif membangun komunikasi kerukunan yang efektif dengan berbagai pihak di Keerom baik pemerintah, lembaga keagamaan dan masyarakat. Kami juga telah berkontribusi melalui program-program yang inovatif dan kreatif di FKUB Keerom” lanjutnya.
“Oleh sebab itu, keterlibatan utusan Kristen di FKUB Keerom dinilai penting untuk dilanjutkan dan ditingkatkan. Tinggal sekarang keputusan Pengurus PGGK seperti apa. Terkait dengan permintaan Kementrian Agama Kabupaten Keerom agar PGGK segera memasukan 6 nama baru untuk menjadi calon pengurus dan anggota FKUB Keerom Periode 2026-2031”.
“Selanjutnya kami 6 orang menyampaikan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan mewakili gereja-gereja di PGGK selama 5 tahun di FKUB Kabupaten Keerom” lanjutnya Pdt Ckris Abaa menutup.
Setelah itu rapat evaluasi dan pengusulan nama dibahas diantara pimpinan gereja yang hadir. Beberapa nama dikoordinasikan melalui handphone. Hal ini penting supaya bisa dipertanggungjawabkan. Lalu bisa mewakili keterwakilan lembaga gereja yang ada di PGGK, maka kemudian disepakati 6 orang nama dari utusan PGI, PII, PGPI dan Katolik. Untuk Katolik diadakan rapat tersendiri oleh Dekenat Kabupaten Keerom. Sedangkan untuk Kristen telah memutusan 6 nama dan Katolik 4 nama sebagai utusan resmi PGGK ke FKUB Keerom Periode 2026-2031.
Selanjutnya setelah ada persetujuan bersama, maka PGGK akan mengirimkan rekomendasi 6 nama utusan pemuka agama Kristen yang diminta dan dikirimkan ke Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Keerom, per tanggal 2 Oktober 2026.
Rapat diakhiri dengan kesimpulan dan doa, sekaligus makan siang bersama di Kantor Klasis GKI Keerom.
(Kissade)