MEMBANGUN KEEROM HEBAT BERDASARKAN TAKUT AKAN TUHAN
Pdt. Ckristian Abaa
Membangun Kabupaten Keerom pada perjalanan usia 23 tahun (12 April 2026), adalah tugas dan tanggungjawab semua pihak baik pemerintah, adat dan agama (secara khusus dalam refleksi ini adalah gereja).
Sebab tanpa kepedulian bersama tentu kekuatan membangun dalam masyarakat akan melemah.
Olehnya sikap itu secara spiritual perlu diperhatikan, bahwa setelah 23 tahun, semua perencanaan pembangunan di Kabupaten Keerom harus memiliki visi Takut Akan Tuhan. Keberhasilan hanya terjadi jika semua elemen dan mitra di kabupaten Keerom adalah mereka yang takut akan Tuhan.
PEMERINTAH memimpin DENGAN KEJUJURAN DAN KEADILAN
Pemerintah yang takut akan Tuhan penting mengelola administrasi dan kekuasaan sebagai amanah surgawi.
- Nas Alkitab: “Tetapi carilah orang-orang yang cakap dari seluruh bangsa, orang-orang yang takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercayai, dan yang benci kepada pengejaran laba yang haram…” (Keluaran 18:21)
- Tindakan Nyata: Menghapus korupsi, mengelola dana Otsus/APBD dengan transparan, dan memastikan pembangunan sampai ke kampung-kampung terpencil di Keerom tanpa memihak.
PEMIMPIN ADAT menjaga TANAH DAN PERSAUDARAAN
Tokoh adat adalah penjaga warisan Tuhan di atas bumi Keerom.
- Nas Alkitab: “Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.” (Imamat 25:23)
- Nas Alkitab: “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!” (Mazmur 133:1)
- Tindakan Nyata: Mengelola hak ulayat dengan bijak agar alam Keerom tidak rusak, serta memastikan semua suku (asli maupun pendatang) hidup rukun dalam satu persaudaraan di “Tanah Damai”.
GEREJA DAN PELAYAN menjadi KOMPAS MORAL
Gereja bertugas mendidik karakter jemaat agar hidup dalam terang Tuhan.
Tindakan Nyata: Gereja membina pemuda Keerom agar menjauhi miras dan narkoba, serta aktif melakukan aksi kemanusiaan dan kepedulian bagi warga yang miskin dan menderita. Dan siap berdiri atas kebenaran Firman Tuhan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Nas Alkitab: “Berusahalah agar engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.” (2 Timotius 2:15)
MASYARAKAT, ETOS KERJA DAN KETERTIBAN HIDUP
Rakyat yang takut akan Tuhan adalah rakyat yang rajin dan taat aturan.
- Nas Alkitab: “Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:17)
- Nas Alkitab: “Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.” (Amsal 15:33)
- Tindakan Nyata: Bekerja di kebun, di kantor, atau di pasar dengan rajin, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung program pemerintah yang membawa kebaikan.
KESIMPULAN : JANJI TUHAN UNTUK KEEROM
Jika semua pihak berjalan dalam kebenaran Firman ini, maka janji dalam Wahyu 1:17-18 akan digenapi atas Keerom:
“Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci…”
Artinya: Tuhan Yesus memegang “Kunci” kesuksesan Keerom. Selama pemimpin Adat, Gereja, dan Pemerintah meletakkan ketaatan mereka kepada Yesus, maka Keerom tidak perlu takut akan masa depan.
Keerom bisa menjadi Tanah Harapan dan Berkat yang bercahaya dari perbatasan Timur Indonesia.
LAGU CEGAH YANG JAHAT DI KEEROM