
Keerom (14/09/2026)
Jemaat GKI Irene Naramben di Lingkungan III Skanto Klasis GKI Keerom, merayakan HUT Jemaat ke 29 tahun yang berlangsung di Gedung Gereja, Senin: 14 September 2026.
Ibadah Perayaan dipimpin oleh Pdt Dina Ronsumbre, S.Si. Teol. Dengan membaca Kitab Mazmur.
Ibadah perayaan diisi dengan Vokal Group dari Unsur PKB, Unsur PW, Unsur PAM dan PAR, serta Majelis Jemaat.
Perayaan HUT ke 29 tahun ini dikolaborasikan dengan Pemberian Persembahan Hasil Bumi dari warga jemaat kepada gereja. Persembahan ini diantar oleh warga jemaat dengan mengunakan tarian musik dan lagu rohani daerah/suku yang ada di Jemaat Irene. Jemaat kompak mengunakan pakaian nuansa merah dan mengunakan pakai budaya masing-masing.
Ketua Panitia Pelaksana HBG Jemaat, Laurina Soububer, menyampaikan terimakasih kepada Majelis Jemaat yang telah mempercayakan kegiatan ini dilakukan. Terimakasih juga kepada tamu undangan yang telah hadir dalam ibadah perayaan HUT ke 29 tahun. Dan juga kesediaan tamu undangan untuk membeli hasil bumi yang telah diberikan jemaat ke gereja. Juga terimakasih kepada jemaat yang telah bekerja bersama-sama dengan semangat gotong royong sehingga kegiatan ini sukses.
Wakil Ketua Majelis Jemaat dalam sambutannya menjelaskan bahwa tepatnya tanggal 14 September 1997, Jemaat GKI Irene Naramben berdiri. Asal jemaat mula-mula adalah warga transmigrasi yang datang dari luar Papua. Ada yang datang dari NTT, Jawa, Papua, dan lainnya. Katanya, bahwa: “Kita semua bersatu di sini sejak awal. Kita harus mandiri dan menjaga persekutuan dan kekompakkan dalam jemaat”
Ketua Klasis GKI Keerom, Pdt. Ckristian Abaa, dalam sambutan menyampaikan apresiasi untuk Majelis dan Jemaat yang telah berusaha melaksakana salah satu program di tingkat klasis dan jemaat, yaitu Festival Budaya dan Persembahan Hasil Bumi.
“Saya canangkan, karena ini baru pertama kali dilakukan di Irene, bahwa untuk selanjutnya pada setiap tahun di tanggal 19 September akan dilaksanakan Festival Budaya dan Persembahan Hasil Bumi di Jemaat GKI Irene Naramben” jelas Ketua Klasis pada sambutan.
“Karena ini baru pertama, maka butuh banyak masukan dan perbaikan agar kedepan jauh lebih baik. Festival Budaya harus menampilkan seni dan budaya masing-masing suku. Sedangkan pemberian persembahan hasil bumi akan mendorong jemaat tidak malas atau tidak mau berkebun dan menanam. Ini mendorong agar jemaat rajin mengolah tanah agar produktif” lanjutnya.
Selanjutnya harus ada keyakinan sebagaimana bacaan Mazmur yang disampaikan oleh Ibu Pdt Dina Ronsumbre. Musim panas dan kemarau berkepanjangan dan ini mempengaruhi hasil pertanian.
Maka tugas gereja berdoa “hujan akan turun membasahi tanah di Naramben di mana jemaat berada”, kata ketua klasis menutup sambutan.
Hadir pada kesempatan itu Anggota BPK Lingkungan III Skanto, Ketua PSP YPK Kabupaten Keerom, Ketua Persekutuan Ibu Sara Klasis GKI Keerom, Majelis Jemaat GKI Lahairoi Wulukubun dan Ketua Majelis Jemaat GKI Sion Yamara.
(Kissade)
GALERY FOTO KEGIATAN









